Minggu, 21 Desember 2014

Tawakal Bukan Pasrah


Dear muslimah, jika ada yang melamarmu tanyakan latar belakang si pelamar, tidak cukup bagimu memasrahkan semua kehendak kepada Allah SWT meski si calon suami terlihat begitu alim dan terpelajar. Sekedar menyerah dan pasrah tanpa usaha adalah pemahaman yang keliru tentang makna tawakal.

Tidak hanya perkara mencari jodoh dibutuhkan usaha. Mencari reziki pun butuh usaha. Jangan kira hanya duduk beribadah kepada Allah lantas menunggu datangnya reziki? Ini juga tawakal yang keliru, sahabat.

“Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. at-Thalaq: 3)

Dari Umar bin Khaththab Rodhiyallohu Anhu, Rasululloh Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikan kalian tawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberi rizki kepada kalian seperti memberi rizki kepada  burung. Mereka pergi pagi dengan perut kosong dan pulang sore dengan perut kenyang.” (Shahih,HR. Tirmidzi: 2344, dan berkata hadits hasan shahih, Ibnu Majah: 4164, Ahmad, dishahihkan al-Albani)

Tawakal ialah ibadah hati yang tidak terkait dengan pekerjaan badan. Hati tak akan menggubris kegiatan anggota badan kita baik kaki, tangan dan lisan yang sepatutnya berusaha, bekerja keras sehingga tidak semata – mata hanya tergantung pada-Nya.

Tawakal yang benar adalah menyandarkan diri akan semua yang akan terjadi kepada Allah SWT setelah kita melakukan usaha sesuai kemampuan dan keyakinan.
Maka dari itu, bila hendak meninginkan suatu pencapaian, harapan, impian dan keberhasilan ada tiga hal yang saling berkaitan dan dilakukan secara berurutan.

Keyakinan adalah landasan utama mencapai tujuan. Ikthiar, kerja keras adalah jalan menuju impian. Dan tawakal adalah hal yang tak boleh terlewatkan.

Jika keyakinan dan Ikthiar telah dijalankan, maka tawakal terhadap apa yang akan terjadi  kelak kita serahkan pada Yang Maha Berkehendak, baik itu impian kita berhasil dicapai ataupun tidak.

Rabu, 01 Oktober 2014

Sudah Benarkah Qurban Kita?

Salah kaprah pada penyelenggaraan kurban:
Ilmu ini kami dapat dari ustadz Dhanu sudah belasan tahun yang lalu, mungkin ada sebagian yang masih belum mengerti oleh karena itu kami mencoba share:

*Salah satu syarat berkurban adalah bagi YANG MAMPU, untuk kurban kambing perorangan, untuk kurban sapi/kerbau/onta rombongan maksimal 7 orang, salah kaprahnya:

  1. Siswa-siswa SD-SMA biasanya diminta pihak sekolah untuk patungan korban kambing yang mana kambing tidak bisa dibuat rombongan atau patungan kurban sapi dimana bisa puluhan atau ratusan anak iuran disitu dan anak-anak itu belum termasuk golongan yang mampu. 
  2. Memang maksudnya melatih tapi ada hal yang harus ditanamkan orang tua kepada anak-anaknya bahwa hewan yg disembelih itu bukan hewan kurban karena sudah menyalahi syarat untuk berkurban.
  3. Berkurban atas nama orang lain entah istrinya atau anaknya secara bergantian setiap tahun. Ini juga kurang tepat karena menyalahi syarat, cukuplah bagi kepala keluarga atau yang mampu di keluarga tersebut untuk berkurban Insya Allah pahalanya buat diri sendiri dan keluarganya.
* Hanya Golongan yang berhak menerima kurban, salah kaprahnya:
  1. Kebanyakan dari kita jika hari raya kurban dijadikan semacam "pesta", semua orang di desa atau lingkungan tersebut dibagi daging kurban termasuk bagi golongan yang mampu, bahkan sebelumnya ada yang memesan bagian tertentu atau untuk perangkat desa atau orang yang dituakan diberi bagian yang paling bagus atau paling banyak padahal mereka termasuk golongan yang mampu.
  2. Jagal meminta bagian tertentu atau diberi bagian dari hewan kurban tersebut sebagai pembayaran. Ini juga tidak tepat karena pembayaran bukan bagian dari hewan yang disembelih. Bahkan nabi pernah berpesan kepada sahabat Ali ra untuk tidak melakukan hal tersebut.
  3. Jagal boleh diberi bagian dari hewan kurban jika dia termasuk golongan yang berhak dan bukan sebagai pembayaran.
  4. Panitia diberi jatah tersendiri dari hewan kurban tersebut, ini juga kurang tepat kecuali jika panitia termasuk golongan yg berhak menerima.
  5.  Ada beberapa kejadian pihak masjid sebagai panitia kurban meminta kulit sapi untuk dijadikan bedug masjid. Ini juga kurang tepat, seluruh bagian dari hewan kurban baik itu daging, tulang, tanduk, jeroan, kepala, kulit semua adalah milik "Golongan Yang Berhak Menerima".
Inti dari kurban adalah keikhlasan, Allah hanya ingin melihat keiklasan kita semata.
Mari pelan-pelan kita benahi pelaksanaan Idul Qurban minimal dimulai dari diri sendiri.

Kamis, 10 Juli 2014

LEMAH LEMBUT BERTUTUR KATA DAN MENGENDALIKAN AMARAH








Kelemahlembutan adalah akhlak mulia. Ia berada diantara dua akhlak yang rendah dan jelek, yaitu kemarahan dan kebodohan. Bila seorang hamba menghadapi masalah hidupnya degan kemarahan dan emosional, akan tertutuplah akal dan pikirannya yang akhirnya menimbulkan perkara-perkara yang tidak diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta Ala dan Rasul-Nya. Dan jika hamba tersebut menyelesaikan masalahnya dengan kebodohan dirinya, niscaya ia akan dihinakan manusia. Namun jika dihadapi dengan ilmu dan kelemahlembutan, ia akan mulia di sisi Allah Subhanahu Wa Ta Ala dan makhluk-makhluknya. 

Orang yang memiliki akhlak lemah lembut, insya Allah akan dapat menyelesaikan problema hidupnya tanpa harus merugikan orang lain dan dirinya sendiri. 

 Keutamaan sifat Ar-Rifq (lemah lembut).
Sebagaimana telah diterangkan diatas bahwa sifat Ar-Rifq (lemah lembut) merupakan sifat yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dan juga dengannya akan bisa meraih segala kebaikan dan keutamaan. Dengannya pula akan melahirkan sikap hikmah, yang juga merupakan sikap yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala di dalam berkata dan bertindak.

Dikisahkan dalam sebuah hadits bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk-duduk bersama para shahabat radhiyallahu ‘anhum di dalam masjid. Tiba-tiba muncul seorang ‘Arab badui (kampung) masuk ke dalam masjid, kemudian kencing di dalamnya.

Maka, dengan serta merta, bangkitlah para shahabat yang ada di dalam masjid, menghampirinya seraya menghardiknya dengan ucapan yang keras. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka untuk menghardiknya dan memerintahkan untuk membiarkannya sampai orang tersebut menyelesaikan hajatnya. Kemudian setelah selesai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta untuk diambilkan setimba air untuk dituangkan pada air kencing tersebut. (HR. Al Bukhari) 

Kemudian beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil ‘Arab badui tersebut dalam keadaan tidak marah ataupun mencela. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menasehatinya dengan lemah lembut: “Sesungguhnya masjid ini tidak pantas untuk membuang benda najis (seperti kencing, pen) atau kotor. Hanya saja masjid itu dibangun sebagai tempat untuk dzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al Qur’an.” (HR. Muslim)

Melihat sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang demikian lembut dan halusnya dalam menasehati, timbullah rasa cinta dan simpati ‘Arab badui tersebut kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka ia pun berdoa: “Ya Allah, rahmatilah aku dan Muhammad, dan janganlah Engkau merahmati seorangpun bersama kami berdua.” Mendengar doa tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa dan berkata kepadanya: “Kamu telah mempersempit sesuatu yang luas (rahmat Allah).” (HR. Al Bukhari dan yang lainnya)

Melatih diri untuk dapat memiliki akhlak mulia ini dapat dimulai dengan menahan diri ketika marah dan mempertimbangkan baik buruknya suatu perkara sebelum bertindak. Karena setiap manusia tidk pernah terpisahkan dari problema hidup, jika ia tidak membekali dirinya dengan akhlak ini, niscaya ia gagal untuk menyelesaikan problemanya. Demikian agungnya akhlak ini sehingga Rasullah memuji sahabatnya Asyaj Abdul Qais dengan sabdanya :Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai Allah yakni sifat lemah lembut (sabar) dan ketenangan (tidak tergesa-gesa) (HR. Muslim)

Akhlak mulia ini terkadang diabaikan oleh manusia ketika amarah telah menguasai diri mereka, sehingga tindakannya pun berdampak negatif bagi dirinya ataupun orang lain. Padahal rasulullah sudah mengingatkan dari sifat marah yang tidak pada tempatnya, sebagaimana beliau bersabda kepada seorang sahabat yang meminta nasehat : Janganlah kamu marah. Dan beliau mengulanginya berkali-kali dengan bersabda : Janganlah kamu marah (HR. Bukhari). 

Dari hadits ini diambil faedah bahwa marah adalah pintu kejelekan, yang penuh dengan kesalahan dan kejahatan, sehingga Rasulullah mewasiatkan kepada sahabatnya itu agar tidak marah.

Tidak berarti manusia dilarang marah secara mutlak. Namun marah yang dilarang adalah marah yang disebabkan oleh hawa nafsu yang memancing pelakunya bersikap melampaui batas dalam berbicara, mencela, mencerca, dan menyakiti saudaranya dengan kata-kata yang tidak terpuji, yang mana sikap ini menjauhkannya dari kelemahlembutan.

Semua manusia pada dasarnya memiliki sifat marah, karena marah adalah salah satu tabiat manusia, maka agama tidak melarang marah tetapi kita diperintahkan untuk dapat mengendalikan marah dan senantiasa menjadi pemaaf, seperti yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta Ala dalam Qs Al A’raf ayat 199 yang artinya “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh”.

Bagaimana Sich Cara Mengendalikan Marah? 

Al Imam Al Hasan Al Bashri Rahimahullah berkata : “Empat hal, barang siapa yang mampu mengendalikannya maka Allah akan menjaga dari syaitan dan diharamkan dari neraka : yaitu seseorang mampu mengatasi hawa nafsunya ketika berkeinginan, cemas, syahwat dan marah”. 

Kemarahan dapat dipacu oleh hal yang prinsip maupun yang tidak prinsip. Setiap muslim harus marah manakala kemuliaan Islam dilecehkan. Sedangkan kita dituntut untuk dapat mengendalikan marah sekaligus mema’afkan orang lain ketika penyebab marahnya tertuju kepada diri sebagai pribadi. 

Marah Merusak Fisik dan Mental. 

Kemarahan adalah bara api yang ditanamkan setan ke dalam hati manusia sehingga fisik kita pun dapat melihat tanda-tanda kemarahan seperti mata yang menjadi merah, urat lehernya menegang, tangan gemetar sampai mengeluarkan sumpah serapah. Jika tidak dapat mengendalikan marah, maka manusia dapat kehilangan akal sehatnya. 

Marah dan emosi adalah tabiat manusia. 

Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Sallam bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai (H.R. Ahmad).

Dalam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (Muttafaqqunalahi) (H.R. Malik)

Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat. 

Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan: Ada seseorang lelaki yang datang pada Rosulullah dan mengatakan “Wahai Rosulullah, ajarkanlah saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya kepada surga dan menjauhkan dari neraka. ” Maka beliau bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan. Maka menahan marah merupakan salah satu hal yang harus kita latih agar mendapatkan kenikmatan di surga kelak. 

Tips untuk mengendalikan amarah. 

1. Membaca Ta’awwudz.
Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A’uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).

2. Berwudlu. 
Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud). 

3. Duduk.
Dalam sebuah hadist dikatakanKalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud). 

4. Diam. 
Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad). 

5. Bersujud. 
Artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi).

6. Tingkatkan Empati.
 Lihatlah situasinya menurut sudut pandang orang lain. Ini akan membuat Anda menemukan kecakapan baru, bahwa Anda bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Maka, orang lain akan lebih menghargai Anda.

 7. Memaafkan. 
Betapa pun Anda pernah luka di “hati” yang dalam membekas, cobalah untuk memaafkan…meskipun menurut Anda hal itu tidak mungkin untuk dimaafkan. Cobalah melepaskan amarah dengan memaafkannya. Percayalah, Anda akan merasakan “pelepasan beban” yang membuat hidup jauh lebih ringan untuk dijalani. 

8. Toleransi.
 Belajar menerima orang lain seperti apa adanya, bukan ingin menjadikan mereka sesuai kehendak Anda. Dengan sikap toleran ini, maka pada saat Anda berbicara, itu akan lebih didengarkan oleh orang lain. 

9. Miliki Sahabat Karib.
Seorang sahabat karib, bisa dipercaya, dan dapat memberikan dukungan buat Anda, pada saat diperlukan. Sahabat juga tempat untuk berbagi. Dengan berbagi, gemuruh amarah akan menemukan pelepasannya, sehingga bisa diredakan. 

10. Bahasa Positif & Lugas. 
Meskipun marah karena merasakan ketidak adilan pada diri Anda, tetaplah fokus dan selektif. Gunakan bahasa positif namun lugas, simple, dengan nada suara yang rendah. Ini bisa membuat rasa marah mereda, dan bicara Anda pun akan lebih diperhatikan, dibandingkan jika Anda mengungkapkannya dengan nada tinggi dan keras, apalagi jika sampai memaki dan menghujat…yang mana bisa saja “seluruh isi kebun binatang” keluar dari mulut Anda.

11. Memelihara Binatang. 
Nah, daripada “seluruh isi kebun binatang” keluar dari mulut Anda, saat marah…mendingan Anda memelihara hewan kesayangan, hehehe…. Ini tidak menuntut banyak, kecuali makanan dan perhatian. Memelihara hewan kesayangan adalah tindakan bagus dan baik, sebagai awal Anda untuk belajar memperhatikan lingkungan sekitar Anda. Penelitian psikologis, menunjukkan bahwa secara fisik dan emosi, pemilik hewan kesayangan lebih baik, dibandingkan yang tidak memilikinya.

Renungkan, Mengapa Kita Marah? “Apa yang membuat saya jadi marah? Apakah saya harus merelakan diri saya diperbudak setan? Apakah marah ini menyelesaikan masalah? Atau malah menjerumuskannya?” Kemudian renungkan, siapa yang menghendaki kita marah?Apakah memang karena masalah?Atau karena bisikan syetan yang terkutuk? Apa sih yang kita inginkan dari marah ini? Apakah kita ingin orang mengerti, atau kita hanya sekedar memuntahkan kekesalan? Dengan terus bertanya, InsyaAllah akan menghentikan kemarahan. Dengan mengetahui upaya yang dapat dilakukan apabila rasa marah sedang berkecamuk di hati, maka semoga kita semua dapat terhindar dari semua hal negatif yang disebabkan oleh rasa marah.

Kiat Mengendalikan Marah 
Apakah marah itu salah? Bolehkah kita mengungkapkan kekesalan atau kekecewaan yang amat dalam melalui kemarahan? 

Mungkin pertanyaan itu sudah dapat Anda jawab karena setiap orang, termasuk Anda, memiliki pandangan pribadi tentang kemarahan. Tulisan ini tidak akan membahas boleh atau tidak, salah atau tidak soal marah itu.

Hal yang paling utama adalah bagaimana mengendalikan kemarahan itu supaya ketika kita harus mengungkapkannya, hati dan pikiran bisa secepatnya jernih kembali. 

Jadi, apa yang perlu kita lakukan? 

1. Sadari bahwa Anda sedang marah. 
 Mungkin kedengaran aneh ketika kita marah kita juga diminta untuk sadar bahwa kita sedang marah. “Kalau marah ya marah aja,” begitu mungkin pendapat pribadi Anda. Tidak ada yang salah. Akan tetapi, ketika kita mampu mengolah kesadaran bahwa kita sedang marah maka kemarahan itu masih tetap terkendali.

2. Pastikan bahwa Anda memang berhak marah.
Ups, memang hak setiap orang untuk marah dalam situasi tertentu. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda memang berhak marah pada saat itu. Jangan tiba-tiba tanpa sebab Anda lalu marah-marah. Orang pasti akan terheran-heran dengan tindakan Anda. Bisa jadi Anda akan dibilang sedang stres karena tanpa sebab Anda meluapkan kemarahan. Hak Anda untuk marah ketika hati Anda dilukai orang lain. Daripada dipendam, sebaiknya ungkapkan saja, bukan? Asal dalam porsi yang benar, kemarahan bisa juga kok mendidik kita untuk lebih bijak.

3. Marahlah pada orang yang tepat. 
Ketika kita marah, tujukan kepada orang yang tepat. Jangan sembarang orang kita marahi. Bisa saja kita malah kena serangan balik yang membuat kita malu. Kalau bisa juga tujukan kemarahan kepada orang yang mau berubah, berani bersikap ketika merasa bersalah, dan tidak sulit meminta maaf. Kemarahan kepada orang seperti ini akan memberikan pelajaran yang berharga untuk hidup yang lebih baik. 

Ketiga butir di atas semoga bisa menjadi sekelumit inspirasi ketika sisi-sisi batin kita sedang “panas”. Memang lebih bijak ketika kita bisa dengan cepat mengendalikan diri dan mengubah kemarahan menjadi senyum ramah, penuh kelemahlembutan dalam bertutur kata. Namun, jika belum mampu secepat itu membalikkan suasana batin maka marahlah dalam kendali diri yang lebih baik lagi. 

Semoga kita bisa. Dan, jika Anda malah marah setelah membaca tulisan saya ini, saya minta maaf. Ups, jangan marah……

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bersabar. Amin….Insya Allah…

Referensi : Ensiklopedia Mukjizat Al Qur’an dan Hadis.

Jumat, 31 Januari 2014

Hindari Marah Didekat si Kecil

 
 
Bayi memang lebih sering tidur, tetapi bukan berarti telinga mereka berhenti bekerja. Bayi yang sedang tidur dapat merespon suara apapun di sekitarnya, termasuk saat orang tua mereka marah atau bertengkar. Bayi akan tertekan dan mudah sakit jika sering mendengar nada suara marah.

Dilansir Dailymail, penelitian dari Amerika Serikat menemukan bahwa otak bayi dapat menanggapi suara dengan nada marah walaupun mereka sedang tidur. Otak bayi masih sangat lunak, sehingga perkembangannya tergantung bagaimana kondisi lingkungan dan pengalaman mereka saat tumbuh. Perkembangan ini bisa terhambat bila bayi mengalami stres dan tekanan besar.

Konflik Orang Tua Pengaruhi Perkembangan Otak Bayi

Peneliti dari University of Oregon menggunakan scan MRI untuk mempelajari otak 20 bayi yang sedang tidur. Dari hasil pemindai, diketahui bahwa bayi dapat merespon ucapan sangat marah, sedikit marah, suara bahagia dan ucapan netral. “Konflik antara orang tua berkaitan dengan bagaimana fungsi otak bayi berkembang,” ujar Alice Graham, salah satu peneliti.

Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa bayi yang sering mendengar konflik, intonasi suara kasar, dan suara marah akan mempengaruhi proses perkembangan otak bayi, karena mereka akan mengalami stres dan tekanan secara emosi.

Bunda, pastikan Anda tidak marah atau bertengkar di dekat bayi, sekalipun mereka sedang tidur. Jangan sampai kemarahan Anda berpengaruh buruk terhadap perkembangan otaknya




Rabu, 08 Januari 2014

ISTIQOMAH DALAM MENJAGA HIJAB SYAR'I


Hijab syar’i atau yang sering kita sebut dengan Jilbab itu bukanlah sekedar trend agar dapat tampil beda, lebih modis atau pun lebih keren. Sehingga ketika kita suka maka kita akan mengenakannya, dan jika tidak suka maka kita bebas menangnggalkannya. Jilbab itu berfungsi sebagai hijab syar’i untuk menutupi aurat, memperjelas identitas diri dan menjaga kehormatan bagi wanita muslimah. Mengenakannya di hadapan laki-laki yang bukan mahram merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi tentu saja dengan kriteria menutup aurat yang benar sesuai dengan ketetapan syara.’ Kriteria hijab syar’i tersebut diantaranya adalah:

a. Menutupi seluruh tubuh (selain wajah dan telapak tangan), dan ini pendapat yang paling ringan dan moderat, yaitu pendapat yang tidak mewajibkan wanita menutup wajah dan telapak tangan. Meskipun demikian mereka tetap berpendapat bahwa menutupnya lebih baik dan lebih utama. Allah Ta’ala berfirman: “Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(Q.S Al-Ahzab: 59)
 
b. Tidak berfungsi sebagai perhiasan dalam bentuk pakaian, seperti busana yang modis dengan motif-motif tertentu, atau ditambahkannya hiasan-hiasan tertentu untuk mempercantik busana itu sendiri (kain dengan motif yang norak, bunga-bunga, border, renda, sulam pita, dan ditambah lagi berbagai aksesoris lainnya)

c. Tebal dan tidak transparan (tembus pandang), sehingga aurat yang semestinya ditutup menjadi tampak secara transparan. Seperti dijelaskan dalam hadits Rasul saw bahwasanya satu dari dua golongan penghuni neraka adalah wanita yang berpakaian tetapi telanjang (transparan), H.R Muslin, dari Abu Hurairah.

d. Longgar dan tidak ketat. Meskipun busana itu kainnya tebal tetapi jika modelnya ketat atau mini, maka akan memperlihatkan bentuk dan lekuk-lekuk tubuhnya. Maka busana muslimah yang ideal itu adalah yang longgar dan kainnya tebal.

e. Tidak mengandung unsur pewangi. Hal ini seperti dijelaskan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “ Jika salah seorang diantara kamu (wanita) pergi ke Masjid, maka janganlah kalian mengenakan parfum (wangi-wangian)” Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dari Abu Musa Al-Asy’ari, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Wanita manapun yang mengenakan parfum (wewangian) kemudian ia keluar meninggalkan rumahnya dan bertemu dengan suatu kaum hingga mereka mencium aroma itu maka wanita itu sudah berbuat begini-begini-yaitu berbuat zina-)

f. Tidak menyerupai pakaian laki-laki. Seperti dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, bahwasanya Rasulullah saw melaknat wanita yang berperangai seperti laki-laki ataupun laki-laki yang berperangai seperti wanita.

g. Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Seperti dalam hadits: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dari Ibnu Abbas)

h. Bukan merupakan pakaian Syuhrah, yaitu pakaian yang menarik perhatian, aneh, dan membikin ketawa. (Fatawa lajnah Ad-Daimah 17/281, fatwa no: 3618). Pendapat ini sesuai dengan sabda Rasul saw berikut ini;
من لبس ثوب شهرة ألبسه الله يوم القيامة ثوباً مثله ثم يلهم فيه النار ) رواه أبو داود
وإبن ماجه وحسنه الألبانى فى صحيح الجامع ( 6526 )
“Barang siapa mengenakan pakaian syuhrah, maka Allah Ta’ala akan mengenakan padanya pakaian yang serupa pada hari kiamat, kemudian memasukkannya ke dalam neraka” ( H.R Abu Daud, dan Ibnu Majah dan dihasankan Al-Bani dalam Shohih Al-Jami’/6526) (Haditsun minal Qalbi, Yasir Burhami, Ad-Da’wah As-Salafiyah, 1/3-4)

Ketika muslimah salah dalam memaknai jilbab, tentu berakibat pada perilaku dan penampilan yang salah pula, seperti muslimah yang mengenakan kerudung pendek kemudian diikatkan di lehernya dengan celana jean plus kaos ketat, atau muslimah yang mengenakan pakaian yang longgar plus kerudungnya tetapi lekuk tubuhnya terlihat dengan aduhai, atau muslimah dengan pakaiannya yang tebal tetapi ketat (pakaian mini) yang membentuk seluruh organ tubuhnya, ditambah lagi berbagai aksesoris yang menarik, yang intinya pakaian itu sendiri berfungsi sebagai perhiasan yang menutupi perhiasan hakikinya, bahkan tampak lebih menarik dari perhiasan yang hakiki, belum lagi muslimah yang cenderung meremehkan hijabnya karena merasa berada di dalam rumah.

Dari fenomena tersebut perlu adanya kesadaran bahwa menjaga hijab syar’i adalah kewajiban yang harus dikerjakan setiap muslimah kapan pun dan di aman pun itu, selama ada di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya, untuk itu mempelajari dan memahami hijab syar’i itu hukumnya adalah wajib. Wallahua’lam bishshowab.

Minggu, 24 November 2013

Hijab Simpel dan Modis






Beragam gaya busana muslim yang simpel dan modis untuk berbagai kesempatan/acara, lengkap dengan kurudung, dan aksesoris yang cocok untuk pengguna hijab. Inspirasikan gaya hijabmu dengan model modis dan up to date sesuai usia dan komunitas namun mengikuti Syariah Islam.

Cara memakai hijab simpel dan modis bisa dibilang buruan para hijabers yang lagi sedang belajar tutorial dan tips memakai jilbab atau kerudung. Sebab dengan model yang simple mereka bisa dengan cepat menggunakan dan melepas jilbabnya tanpa mebutuhkan waktu yang lama. Belum lagi, kalau Anda seorang wanita karir yang selalu diminta cepat dalam bekerja. Selama ini kita mengenal jilbab atau hijab atau pun kerudung sebagai alat penutup aurat saja, tapi dengan ditemukannya teknik dan cara baru memakai jilbab yang lebih modis, maka menggunakan jilbab tidak lagi terlihat membosankan bagi orang belum punya hidayah untuk mengenakannya. Berbagai model yang bisa kita pelajari agar style kita dalam menutup aurat tidak terlihat monoton. Hanya saja, dalam hal ini agama Islam mengatur bahwa menutup aurat selayaknya menutupi hingga ke dada. Mungkin ini yang banyak tidak disadari oleh para hijabers sehingga terkadang melilitkannya saja di lehernya.

Dalam buku ini ada tutorial pemakaian hijab secara simpel dan aneka hijab modis yang sangat cocok untuk remaja putri maupun dewasa dan orang tua. Harga Rp.32.000, belum termasuk ongkir. Pemesanan bisa via sms ke 085293342591 atau inbox juga bisa.

Jumat, 22 November 2013

10 Cara Supaya Suami Sayang Istri Selamanya






Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang istri agar selalu disayang suami. Dalam setiap rumah tangga, sudah seharusnya seorang suami sayang istri, begitu juga sebaliknya. Sepasang suami istri harus selalu menyayangi. Istri sayang suami dan suami sayang istri, merupakan 2 istilah yang sama-sama harus selaras dan sejalan agar tercipta sebuah keluarga yang harmonis. Selain itu yang paling penting adalah bagaimana agar Suami betah di rumah.


Berikut ini 10 Tips supaya suami selalu sayang istri:
1. Taat.
Suami dengan segala kelebihannya telah dijadikan Allah sebagai pemimpin bagi wanita. Keluarga ibarat sebuah kapal, maka mestilah ada yang menahkodainya. Itulah suami yang yang akan membawanya kemana kapal berlabuh. Karena itu, istri shalihah harus senantiasa mematuhi suaminya, kecuali dalam maksiat kepada Allah. Rasulullah saw. bersabda:
Seandainya aku memerintahkan agar seseorang bersujud kepada orang orang lain maka pasti (yang paling dulu) aku memerintahkan agar seorang wanita (istri) bersujud kepada para suaminya. (HR at-Tirmidzi).

2. Pandai menjaga amanatnya sebagai ibu (ummie).
Tugas utama seorang ibu adalah merawat (baik dari sisi fisik maupun psikologisnya), membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Tugas ini tidak boleh diabaikan. Agar suami senang, anak harus selalu terawat kebersihan-nya, juga kondisi psikologisnya. Akan sangat tidak enak tentunya kalau suami pulang ke rumah melihat anak-anak yang masih tampak kotor karena belum mandi sore, atau menangis tidak mau berhenti hanya karena ibunya tidak peka melihat keinginan anak. Kegesitan dan kecermatan ibu ketika pagi hari harus menyiapkan anak-anak yang akan berangkat sekolah juga akan membuat suasana rumah terasa lebih segar. Dengan begitu, suami juga akan merasa tenang ketika akan memulai aktivitasnya.

3. Pandai menjaga amanat sebagai pengatur rumah tangga (rabbah al-bayt).
Rumah akan sangat terasa nyaman jika senantiasa tampak tertata, teratur dan bersih. Fisik rumah tentu bukan menjadi syarat utama. Yang penting, bagaimana istri bisa mengatur dan menjaga kebersihan rumah sehingga semua anggota keluarga, termasuk suami, betah tinggal di dalamnya.

4. Pandai menjaga diri, kehormatan dan harta suami.
Ketika suami tidak di rumah, istri shalihah harus pandai menjaga diri dan harta suami dengan sebaik-baiknya. Ia tidak sembarangan menerima tamu di rumah atau melakukan aktivitas yang tidak ada manfaatnya, seperti ngobrol ngalor-ngidul dengan tetangga yang kadang secara tidak sengaja akan bercerita tentang keburukan suami atau keluarga.
Rasulullah saw. bersabda:
Tidak ada sesuatu yang berfaedah bagi seorang Mukmin setelah ketakwaan yang lebih baik baginya daripada seorang istri shalihah, yakni…yang jika suaminya tidak ada di sisinya, ia menjaga diri dan harta suaminya. (HR Ibn Majah).

5. Berilah penghargaan dan kejutan.
Semua orang, tak terkecuali suami, sangat senang jika dihargai. Penghargaan tidak selalu dalam wujud materi, tetapi bisa pujian atau pelukan mesra. Cobalah sekali-kali bawakan oleh-oleh kesukaannya saat dia dengan rela menjaga anak-anak ketika istri harus keluar rumah untuk berdakwah; kirimkan sms penuh kebanggaan ketika suami selesai mengisi dengan sukses sebuah acara sebelum peserta memberikan applause; atau berilah hadiah spesial pada saat-saat tertentu.

6. Menyenangkan jika dipandang.
Nabi Muhammad saw. bersabda: Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah. (HR Muslim).
Tidak ada sesuatu yang berfaedah bagi seorang Mukmin setelah ketakwaan yang lebih baik baginya daripada seorang istri shalihah, yakni yang jika suami memerintahnya, ia menaatinya; jika suaminya memandangnya, ia membuat suaminya bahagia… (HR Ibn Majah).
Perempuan cantik memang enak untuk dipandang. Namun, kecantikan fisik bukan segalanya, karena istiri semakin lama juga akan semakin tua. Buatlah suami agar selalu merasa senang dan betah di rumah dengan memberi kesetiaan yang ikhlas, senyuman yang tulus dan menawan, serta cinta dan pengorbanan. Panggillah dengan panggilan yang paling dia sukai.

7. Bertutur kata lembut.
Saling menasihati antar suami-istri harus selalu dilakukan. Bagaimanapun, tidak ada manusia yang sempurna. Siapa pun suatu saat bisa melakukan kesalahan. Karena itu, penting istri untuk tidak lupa mengingatkan suami ketika dia alpa. Lakukanlah semua itu dengan penuh kelembutan. Pilihlah kata-kata yang baik dan santun selama berdialog. Rendahkan nada bicara dan usahakan dengan intonasi yang terkontrol. Kata-kata yang baik, jika disampaikan dengan cara yang lembut, akan melahirkan kekuatan yang besar. Semua itu, insya Allah, akan bisa menggerakkan jiwa yang lemah, membangkitkan semangat orang yang putus asa, dan menenteramkan hati yang gelisah. Ia juga akan meluluhkan sikap yang kaku sehingga nasihat yang semula tidak bisa masuk berubah menjadi nasihat yang menggugah dan menyadarkan.

8. Tidak membebani, tetapi membantu mencari solusi.
Kehidupan berumah tangga tentu tidak lepas dari persoalan. Sebagai istri shalihah, ketika persoalan itu datang, bantulah suami untuk mencari solusi. Kalau tidak mampu, jangan menambah persoalan baru atau bahkan menuntut sesuatu di luar batas kemampuan-nya. Persoalan-persoalan kecil yang mampu diselesaikannya sendiri dan tidak memerlukan izin suami, selesaikanlah dengan segera. Jadikanlah diri istri menjadi tempat yang nyaman buat suami untuk mengadu dan menumpahkan kepenatan setelah seharian keluar rumah untuk mencari rezeki atau berdakwah. Biasakan untuk selalu bersyukur dengan semua nikmat yang didapat, bersabar ketika menghadapi kesulitan, tawakal jika mempunyai rencana, dan bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

9. Pandai melayani suami.
Urusan perempuan memang tidak hanya seputar sumur, dapur dan kasur. Namun, istrilah yang bertanggung jawab untuk ketiga urusan itu. Bisa saja ada pembantu yang memasak, tetapi menyiapkan makan, minum dan segala keperluan suami di dalam rumah merupakan kewajiban istri. Lakukan semua itu dengan ikhlas dan penuh rasa cinta. Tentu akan berbeda rasanya teh manis buatan istri tercinta dibandingkan dengan buatan pembantu. Insya Allah, akan terasa lebih nikmat. Jadilah istri yang selalu siap “melayani” suami dan pandai membuatnya “bergairah”.

10. Jadilah pemaaf dan ringan berterima kasih.
Manusia selamanya tetap manusia, yang memiliki sifat pelupa dan khilaf. Wajar jika suami atau istri sekali waktu berbuat keliru. Karena itu, diperlukan upaya saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran agar tetap di jalan Allah. Jadilah istri yang pemaaf dan tahu berterima kasih.


Rabu, 20 November 2013

Buku "Tampil Cantik dengan Pashmina"


Apakah Anda berniat berkerudung, tapi ragu dan tak mengerti bagaimana memulainya? Mungkin benak Anda dipenuhi berbagai pertanyaan: Kerudung seperti apa yang cocok dengan bentuk wajah dan aktivitas saya? Apa saja jenis kerudung dan perlengkapannya yang mesti saya miliki di tahap awal? Bagaimana cara memakai kerudung yang mudah sehingga tidak menghabiskan waktu saya? Bagaimana cara memakai kerudung secara praktis tapi tetap bisa tampil dengan cantik dan anggun? Bagaimana cara merawat kerudung-kerudung itu? Bagaimana cara menyimpannya? Bagaimana jika rambut saya jadi rontok nantinya? Solusi dari permasalahan itu terangkum dalam buku ini. 

Harga Rp.32.000, belum termasuk ongkir
Pemesanan bisa via sms ke 085293342591 

Senin, 18 November 2013

Rasulullah dan Jeruk Limau


Sebenarnya cerita ini sudah banyak tersebar di banyak blog dan tempat lain, tapi… saya hanya ingin berbagi kepada sahabat semuanya satu kisah yang membuat saya terharu saat pertama kali membacanya….
Semoga kita senantiasa mampu mengingat dan memaknai cerita ini untuk terus berbenah.

Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.

Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya.”

Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu tetapi tidak berhasil. Rencana licik dimentahkan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

Sabtu, 16 November 2013

Hijab for Mom


Usia bukanlah penghalang untuk bisa tampil modis. Jangan sampai karena sudah menikah, lalu memiliki anak, Anda cuek dengan penampilan. Tren busana muslim yang sedang berkembang pesat saat ini, bukan hanya milik para remaja, Anda pun berhak untuk tampil modis. Mungkin selama ini Anda memendam keinginan untuk mencoba berbagai gaya hijab, tapi tidak percaya diri untuk merealisasikannya, entah karena tubuh yang mulai melar atau merasa sudah 'tua' untuk mengikuti tren. Singkirkan rasa minder, beranikan diri untuk mencoba berbagai gaya hijab, tentunya tanpa mengabaikan nilai-nilai Islami.

Simak berbagai macam gaya hijab di dalam buku ini! Semuanya up to date dan cocok dikenakan oleh wanita berusia matang yang ingin tampil anggun dan modis. Di dalamnya juga tersaji tip memilih busana muslim sesuai bentuk tubuh dan juga kiat untuk tampil cantik dan awet muda.


Harga Rp.32.000, belum termasuk ongkir
Pemesanan bisa via sms ke 085293342591 

Kamis, 14 November 2013

Wanita Sholehah = Bidadari Surga



Tidak dipungkiri lagi bahwasannya bidadari surga yang selalu disebut Allah dalam Al-Qur'an, mampu membuat kaum muslimin berfasta biqul khairat untuk memperoleh bidadari-bidadari surga tersebut. Sebab salah satu kenikmatan surga yang selalu diidamkan oleh setiap kaum muslimin khususnya kaum laki-laki adalah ingin mendapat pelayanan dan cinta kasih bidadari.

Bagaimana tidak ingin bidadari surga? Berbagai keterangan tentang bidadari surga, baik tentang keelokan parasnya, kecantikannya, keharuman tubuhnya serta keperawanannya yang tidak pernah hilang, membuat banyak orang merindukannya.

Orang-orang yang beriman kepada Allah kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, diantaranya :
"Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al Waqiah : 22-23)

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS. Al Waqiah : 35-37)

"Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin." (QS. Ar Rahman : 56)

Dari sini munculah pertanyaan yang seolah-olah mempertanyakan keadilan Allah tentang laki-laki, wanita dan adanya bidadari surga. Mengapa laki-laki dijanjikan Allah memperoleh bidadari di surga? Mengapa wanita tidak dijanjikan mendapatkan bidadari di surga? Adilkah Tuhan?

Meskipun bidadari surga itu memiliki banyak kelebihan dan derajat terhormat, tetapi di dalam surga mereka masih kalah mulia dengan wanita dunia yang solehah. Mari kita simak percakapan Rasulullah Saw dengan salah satu isterinya yaitu Ummu Salamah r.a.

Ummu Salamah bertanya, "Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari bermata jeli?

Rasulullah saw menjawab, "Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat."

Ummu Salamah bertanya, "Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"
Rasulullah saw menjawab, “Karena sholat mereka, puasa mereka dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan:
  • cahaya di wajah mereka
  • Tubuh mereka adalah kain sutera
  • Kulitnya putih Bersih
  • Pakaianya berwarna hijau
  • Perhiasannya kekuningan
  • Sanggulnya mutiara
  • Dan sisirnya terbuat dari emas.
Mereka berkata (wanita shalehah) “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya…”

Subhanallah, alangkah hebatnya Allah memuliakan wanita. Begitulah cara Allah menciptakan bidadari surga untuk memuliakan wanita sholehah. Dengan begitu apakah para suami akan memilih bidadari surga ataukah isteri sholehah yang di surga kelak menjadi sangat cantik melebihi bidadari?

Dan tak hanya di akherat, wanita solehah mendapat kemuliaan juga di dunia, sebagaimana sabda Rasullulah Saw : "Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalehah" (HR.Muslim)

Sebaik-baik wanita adalah wanita sholehah dan sebaik-baik laki-laki adalah yang memuliakan wanita. Semoga kita menjadi muslim dan muslimah yang soleh, Allah Ta’ala berfirman:
"…dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar." (QS. An Nisa’ : 13).

Wallahu A’lam Bis Shawab.

Selasa, 12 November 2013

Hijab Cantik, Mudah Dan Syar'i Terbaru Yang Boleh Dicoba


Hijab masih menjadi hal yang menarik untuk ditelusuri. Selain sebagai salah satu pakaian muslimah yang syar'i, juga menjadi sarana untuk berkreasi dengan berbagai gaya hijab.

Namun dalam berhijab, salah satu syaratnya adalah simple. Oleh karena itu, kami ingin memperkenalkan beberapa tips berhijab yang mudah dilakukan untuk sehari-hari, namun tetap cantik melalui buku dengan harga cukup terjangkau Rp.50.000 blm termasuk ongkos kirim, dilengkapi juga dengan VCD tutorial hijab. Pemesanan bisa via sms ke 085293342591. Jangan sampai terlewatkan ya ....

Silakan mencoba tutorial mudahnya dan semoga Anda suka.

Senin, 11 November 2013

Rahasia Di Balik Kemuliaan Hijab



“Kaum Wanita adalah saudara kandung dari kaum Laki-laki atau kembaran” (HR-Abu Dawud)
Hadits shohih Rasulullah SAW tersebut menunjukkan betapa mulianya kedudukan seorang wanita di mata islam, karena itu tidak salah bila dinyatakan bahwa wanita adalah saudara perempuan (kakak atau adik) seorang laki-laki, ibunya, istrinya, neneknya, bibinya dan uwak perempuannya. 

Wanita juga merupakan seorang insan yang jika tidak ada dia tentunya tidak akan ada laki-laki, sekaligus sebagai orang yang sangat dibutuhkannya. Wanita adalah ibunda dari para Nabi dan Rasul, ibu para ulama dan orang-orang shaleh, juga seorang insan yang darinya lahir para pembesar dan pejuang nan gagah berani. Disamping itu, wanita beriman adalah hamba Allah yang jika ada yang menyakitinya, maka Allah menyatakan perang kepadanya.

Islam datang dengan membawa dan mengubah paradigma masa jahiliyah, pada masa itu kaum wanita hidup dalam kesengsaraan, dimana saat itu mereka membenci kelahiran anak perempuan. Hanya dalam pangkuan dan naungan hukum dan syariat islamlah seorang wanita dan kaum perempuan memperoleh berbagai kemuliaan, penghargaan, penghormatan dan perlindungan extra, bahkan secara fulltime dan sangat sempurna. 

Salah satu bukti nyata dari tingginya perhatian islam terhadap wanita adalah perintah berhijab yang berfungsi untuk melindungi dan menutupi aurat atau anggota tubuh mereka, dari pandangan kaum lelaki yang tidak berhak menyaksikannya. 

Sejatinya perintah berhijab bukan dimaksud untuk mengekang kebebasan wanita, justru dibalik hijab yang dikenakan seorang wanita, banyak tersimpan beragam rahasia kemuliaan dan tersembunyi berbagai keutamaan diantaranya adalah :
  1. Hijab merupakan manifestasi ketaatan kepada Allah dan Rasul.
  2. Hijab adalah sarana untuk menggapai kesucian diri : Allah menjadikan kewajiban mengenakan hijab sebagai sarana bagi seorang muslimah untuk mendapatkan kesucian diri (iffah).
  3. Hijab Adalah media kesucian : Allah dengan sangat tegas menjadikan hijab sebagai sarana untuk menjaga kesucian hati orang-orang yang beriman, bukan hanya bagi wanita itu sendiri, namun bagi kaum laki-laki juga.
  4. Hijab merupakan tanda ketakwaan : Allah telah menjadikan orang yang paling bertaqwa diantara manusia merupakan orang yang paling mulia disisi-Nya
  5. Hijab adalah standar nilai keimanan : Allah Tidak berfirman termasuk dengan memerintahkan berhijab kecuali kepada kaum wanita-wanita yang beriman
  6. Hijab adalah bukti adanya rasa malu : malu adalah bagian dari iman dan iman tempatnya di surga.
  7. Hijab merupakan ungkapan perasaan cemburu (ghirah) yang benar yang menjadi fitrah setiap orang termasuk suami yang tidak senang terhadap pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak perempuannya.
Itulah kemuliaan hijab yang dapat menjadi penolong wanita dalam pandangan islam, relakah kita menurunkan ketinggian atau menanggalkan kemuliaan dan kehormatan yang telah rosul perjuangkan melalui firman Allah yang begitu jelasnya dan indahnya? Tentu saja tidak, karena hijab adalah perintah dan persembahan terbaik Sang Khalik sebagai wujud kemulian wanita dalam menjaga kehormatannya.

Minggu, 10 November 2013

Kisah Wanita Cantik yang Membuat Kagum Para Ulama

 

Ketika menelusuri sebuah jalan di kota Bashrah, Al Atabi melihat seorang wanita yang sangat cantik sedang bersendau gurau dengan seorang lelaki tua buruk rupa. Setiap kali wanita itu berbisik, laki-laki tersebut pun tertawa.

Al Atabi yang penasaran kemudian memberanikan diri bertanya kepada wanita itu. “Siapa laki-laki tersebut?” “Dia suamiku”

“Kamu ini cantik dan menawan, bagaimana kamu dapat bersabar dengan suami yang jelek seperti itu? Sungguh, ini adalah sesuatu yang mengherankan” Al Atabi meneruskan pertanyannya. “Barangkali karena mendapatkan wanita sepertiku, maka ia bersyukur. Dan aku mendapatkan suami seperti dirinya, maka aku bersabar. Bukankah orang yang sabar dan syukur adalah termasuk penghuni surga? Tidak pantaskah aku bersyukur kepada Allah atas karunia ini?”


Al Atabi kemudian meninggalkan wanita itu disertai kekaguman. Ulama Al Azhar, Dr Mustafa Murad, juga kagum dengan wanita itu sehingga memasukkan kisah ini dalam bukunya Qashashush Shaalihiin. Kedua ulama tersebut tidaklah kagum kepada wanita itu karena kecantikannya. Mereka kagum karena agamanya.

Dan benarlah pesan Rasulullah: “Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, kedudukannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wanita yang baik agamanya, ketika ia kaya, ia tidak sombong. Ia justru dermawan, suka berinfaq dan mendukung perjuangan dakwah suami dengan hartanya.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia memiliki kedudukan tinggi dan nasab yang mulia, ia tidak menghina orang lain. Ia justru menjadi wanita yang mulia dan menggunakan kedudukannya untuk membela kebenaran.

Wanita yang baik agamanya, ketika ia cantik, ia tidak membuat suaminya resah. Ia justru menjadi penghibur hati dan penyejuk mata bagi suaminya tercinta. Wallahu a’lam bish shawab

 
eXTReMe Tracker