Hadits shohih Rasulullah SAW tersebut menunjukkan betapa mulianya kedudukan seorang wanita di mata islam,
karena itu tidak salah bila dinyatakan bahwa wanita adalah saudara
perempuan (kakak atau adik) seorang laki-laki, ibunya, istrinya,
neneknya, bibinya dan uwak perempuannya.
Wanita
juga merupakan seorang insan yang jika tidak ada dia tentunya tidak
akan ada laki-laki, sekaligus sebagai orang yang sangat dibutuhkannya.
Wanita adalah ibunda dari para Nabi dan Rasul, ibu para ulama dan
orang-orang shaleh, juga seorang insan yang darinya lahir para pembesar
dan pejuang nan gagah berani. Disamping itu, wanita beriman adalah hamba
Allah yang jika ada yang menyakitinya, maka Allah menyatakan perang
kepadanya.
Islam datang dengan
membawa dan mengubah paradigma masa jahiliyah, pada masa itu kaum wanita
hidup dalam kesengsaraan, dimana saat itu mereka membenci kelahiran
anak perempuan. Hanya dalam pangkuan dan naungan hukum dan syariat
islamlah seorang wanita dan kaum perempuan memperoleh berbagai
kemuliaan, penghargaan, penghormatan dan perlindungan extra, bahkan
secara fulltime dan sangat sempurna.
Salah satu bukti nyata
dari tingginya perhatian islam terhadap wanita adalah perintah berhijab
yang berfungsi untuk melindungi dan menutupi aurat atau anggota tubuh
mereka, dari pandangan kaum lelaki yang tidak berhak menyaksikannya.
Sejatinya perintah
berhijab bukan dimaksud untuk mengekang kebebasan wanita, justru dibalik
hijab yang dikenakan seorang wanita, banyak tersimpan beragam rahasia
kemuliaan dan tersembunyi berbagai keutamaan diantaranya adalah :
- Hijab merupakan manifestasi ketaatan kepada Allah dan Rasul.
- Hijab adalah sarana untuk menggapai kesucian diri : Allah menjadikan kewajiban mengenakan hijab sebagai sarana bagi seorang muslimah untuk mendapatkan kesucian diri (iffah).
- Hijab Adalah media kesucian : Allah dengan sangat tegas menjadikan hijab sebagai sarana untuk menjaga kesucian hati orang-orang yang beriman, bukan hanya bagi wanita itu sendiri, namun bagi kaum laki-laki juga.
- Hijab merupakan tanda ketakwaan : Allah telah menjadikan orang yang paling bertaqwa diantara manusia merupakan orang yang paling mulia disisi-Nya
- Hijab adalah standar nilai keimanan : Allah Tidak berfirman termasuk dengan memerintahkan berhijab kecuali kepada kaum wanita-wanita yang beriman
- Hijab adalah bukti adanya rasa malu : malu adalah bagian dari iman dan iman tempatnya di surga.
- Hijab merupakan ungkapan perasaan cemburu (ghirah) yang benar yang menjadi fitrah setiap orang termasuk suami yang tidak senang terhadap pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak perempuannya.
Itulah kemuliaan hijab
yang dapat menjadi penolong wanita dalam pandangan islam, relakah kita
menurunkan ketinggian atau menanggalkan kemuliaan dan kehormatan yang
telah rosul perjuangkan melalui firman Allah yang begitu jelasnya dan
indahnya? Tentu saja tidak, karena hijab adalah perintah dan persembahan
terbaik Sang Khalik sebagai wujud kemulian wanita dalam menjaga
kehormatannya.







0 komentar:
Posting Komentar